Cara dan Metode  Budidaya Tomat

Cara dan Metode  Budidaya Tomat – Hidroponik (hydroponic) berasal dari kata Yunani yang berarti hydro adalah air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless terhadap beberapa jenis tanaman terutama sayur – sayuran.

Tomat merupakan salah satu dari sayuran yang mudah sekali dibudidayakan di dunia dengan beragam cara. Sebagai sayuran buah, tomat adalah sumber vitamin A dan C dimana buah ini merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan masih membutuhkan penanganan serius, terutama dalam hal mendapatkan hasil serta kualitas buah yang sempurna.

Meskipun demikian, seringkali terjadi dimana ada petani sayur yang melakukan penanaman tomat tanpa memperhatikan kualitasnya, sehingga mendapatkan hasil dan kualitas buah yang sangat rendah. Rendahnya produksi tomat tersebut juga disebabkan adanya varietas yang ditanam kurang cocok, kultur teknis yang tidak bagus atau pemberantasan hama / penyakit yang kurang efisien. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan tomat di masa depan yang semakin tinggi maka para petani sayur tersebut perlu diarahkan untuk bisa meningkatkan hasil dan kualitas buah tomat dengan cara menanam varietas – varietas unggul disertai pengaplikasian teknologi yang lebih produktif. Teknik budidaya hidrponik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas tomat yang terbukti unggul dan sesuai untuk dikembangkan di Indonesia.

Tehnik budidaya tomat

Tujuan hidroponik pada tomat adalah :

  • Mengetahui bagaimana sistem budidaya tomat dengan hidroponik,
  • Untuk mengetahui varietas tomat sebagai bibit unggul untuk dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik,
  • Mengetahui manfaat dan kegunaan lebih luas dari penerapan teknologi tomat hidroponik.

Budidaya Tomat Cherry Secara Hidroponik Di Screen House

Ada beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan sebelum mengambil keputusan untuk memulai budidaya tomat cherry dalam skala besar secara hidroponik, diantaranya adalah persiapan nursery, persemaian, pemilihan varietas, penanaman (transplanting), pengendalian hama penyakit, pemupukan, panen dan pasca panen, serta pemasarannya.

Motivasi di bawah ini bisa anda jadikan sebagai panduan untuk melakukan usaha tersebut, antara lain :

  • Mengapa anda ingin menekuni bisnis ini ? Terdapat asumsi bahwa anda akan memulainya karena berharap mendapatkan keuntungan lebih cepat. Apakah lokasi yang akan anda pilih sudah cocok untuk tanaman tomat cerry ? Syarat tumbuhnya adalah pada ketinggian kurang lebih 700 – 1.200 m dpl, suhu siang hari 28 derajat Celcius, suhu malam hari 18 derajat Celcius, persediaan air cukup, serta tidak jauh dari pasar dan sebagainya. Siapa yang akan mengurus kebun anda secara profesional, haruslah seseorang yang memiliki skil dalam hal teknis, sosial dan manajemen akan melakukan secara rutinitas pekerjaan tersebut.
  • Seberapa besar keinginan anda akan mulai ? Biasanya tergantung berapa banyak modal yang tersedia, kualitas dan pengalaman dari SDM, tingkat teknologi yang akan digunakan dan sebagainya. Kapan waktu tepat untuk memulai, setelah melakukan penelitian kelayakan teknis dan ekonomis, pilah informasi yang baru anda dengar dan konsultasi kepada ahlinya. Berapa besar anda akan berinvestasi ? Sangat tergantung terhadap beberapa hal seperti teknologi, kualitas sarana produksi yang akan dimanfaatkan, lokasi manajemen, konsultan, supplier, dan lain – lainnya. Investasi dan biaya operasional tahap awal sekitar Rp.150.000,- s/d 300.000,- per meter persegi atau lebih besar. Hasil keuntungan diharapkan mencapai 50 s.d 150 % dari biaya produksi  yang anda keluarkan dalam setiap musim.

Persemaian dilakukan hampir sama dengan komoditi lainnya, tomat cerry dengan mengaplikasikan sistem hidroponik biasa dilakukan dengan pembibitan unggul terlebih dahulu. Periode pembibitan adalah awal dari sistem bercocok tanam yang memegang peranan penting karena akan menentukan panen yang berhasil terhadap masa produksi.

Perbandingan Teknik Penanaman Secara Hidroponik Dengan Konvensional

Penanaman yang dilakukan secara hidroponik adalah :

  1. Bekerja secara bersih, semuanya dalam keadaan steril,
  2. Nutrien yang diberikan terfokus secara efisien oleh tanaman,
  3. Nutrien yang diberikan sesuai dengan keperluan tanaman karena tidak ada zat lain yang mungkin dapat bereaksi dengan nutrient,
  4. Tanaman bebas dari gulma,
  5. Tanaman lebih jarang terserang hama dan penyakit,
  6. Pertumbuhan tanaman menjadi terkontrol,
  7. Tanaman sayuran akan berproduksi dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi,
  8. Pertanian hidroponik mempunyai ciri sebagai berikut : lahan yang dibutuhkan sempit saja, kesuburan mudah diatur, nilai jual tinggi dan bekerja lebih mudah.

Penanaman secara konvensional adalah :

  1. Bekerja tidak bersih, tidak dalam keadaan steril,
  2. Penggunaan nutrien oleh tanaman kurang efisien,
  3. Nutrien yang diberikan akan bereaksi dengan zat yang mungkin terkandung dalam tanah (karena tanah tidak steril),
  4. Gulma sering tumbuh di tanah,
  5. Tanaman rentan terserang hama dan penyakit,
  6. Pertumbuhan tanaman kurang terkontrol,
  7. Kuantitas dan kualitas produksi tanaman kurang,
  8. Pertanian dengan tanah memiliki ciri : lahan yang diperlukan luas, kesuburan susah diatur dan nilai jual biasanya rendah.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi

Ada beberapa faktor yang memiliki keberhasilan dalam  budidaya tomat cerry dengan cara di atas, diantaranya adalah kontruksi dari Green House harus disesuaikan dengan ketinggian tempat, persemaian / pembibitan antara lain jaga kualitas benih, jenis media yang anda pilih, perhatikan suhu dan kelembapan, intensitas cahaya serta teknis pembibitan.

Pemanenan buat tomat cerry biasanya setelah berumur 2,5 bulan yaitu setelah tanaman atau buahnya sudah kelihatan berwarna merah, dan panen selanjutnya dilakukan masing – masing 2 hari sekali sampai dengan usia 4 bulan setelah tanam.

Pemasaran Sayur Tomat

Pada umumnya produk – produk hasil budidaya secara hidroponik (termasuk tomat cherry) di pasaran memiliki nilai jual lebih mahal daripada produk – produk pertanian yang dilakukan secara konvensional. Tujuan pasarnya pun berbeda – beda dari produk pertanian biasa dengan harga dipatok untuk tanaman hasil teknologi hidroponik yang terjangkau kepada kelas menengah ke atas, pada umumnya dijual pada tempat perbelanjaan seperti supermarket, mall dan hipermarket. Tujuan akhir pasarnya adalah konsumen dengan tingkat kesejahteraan menengah ke atas dimana masyarakat di Indonesia yang peduli dan mengutamakan membeli kualitas produk – produk yang dikonsumsinya adalah hanya pada tingkat kesejahteraan menengah ke atas, sedangkan yang menengah ke bawah berorientasi pada apa yang bisa mereka makan murah dan sehat, jarang atau bahkan tanpa memperdulikan tentang kualitasnya.

Aneka Produk Olahan Tomat

Berikut ini kami berikan beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk menganekaragamkan dan memperpanjang umur simpan terhadap produk berbasis tomat :

  1. Sari tomat
  2. Jelly drink tomat
  3. Yoghurt tomat
  4. Sirup tomat
  5. Puree tomat
  6. Saos tomat
  7. Selai tomat
  8. Permen jelly tomat
  9. Manisan tomat
  10. Torakur (tomat rasa kurma)
  11. Leather tomat

Yoghurt Tomat

Yoghurt merupakan salah satu produk minuman fermentasi yang bercita rasa segar dan masam, sedikit kental yang berbahan dasar dari susu. Saat ini pembuatan yoghurt tomat mulai menggunakan bahan nabati dan semakin diminati. Salah satunya adalah yoghurt tomat. Yoghurt ini mempunyai sifat fungsional berupa kandungan antioksidan tinggi, senyawa antimikroba (asam laktat) dan vitamin C. Berikut ini bahan, alat dan proses pembuatan yoghurt tomat.

Bahan tersedia adalah :

  • Sari tomat siap pakai beli di mall 1 L
  • Susu skim 5 % (b/v)
  • Gula (sukrosa) 10 % (b/v)
  • Starter yoghurt 1 botol

Alat tersedia adalah  :

  • Kompor – panci stainless steel
  • Pisau – sealer
  • Saringan – wadah / cup gelas
  • Blender – baskom dan penutup
  • Termometer – refrigerator

Cara pembuatannya adalah :

  1. Siapkan sari tomat sebanyak 1 L.
  2. Sari tomat ditambah dengan susu skim sebanyak 5% (b/v) dan gula 10% (b/v).
  3. Campuran sari tomat dipasteurisasi suhu 85 – 90oC selama 30 menit.
  4. Setelah selesai dipasteurisasi, didinginkan.
  5. Setelah dingin, siap untuk diinokulasi dengan starter yoghurt sebanyak 5 – 10% (v/v).
  6. Kemudian diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. Kalau tidak ada incubator dapat diinkubasi pada suhu ruang.
  7. Yoghurt hasil inkubasi siap dikemas ke dalam cup bersih dan steril.

Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat bagi petani tomat skala besar untuk lebih meningkatkan hasil pertanian mereka dengan cara tersebut di atas beserta pengembangan buah tomat setelah panen besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pusat Informasi terbaru © 2018 Frontier Theme