Lukisan Tulang Ikan

Lukisan Tulang Ikan – Pada tahun – tahun awal kreasinya, Hanbing banyak mendapatkan tulang – tulang ikan dari sisa makan sehari – hari pada resto – resto ternama di Indonesia, tapi kini ia mampu mengumpulkan tulang – tulang ikan yang berasal dari warung – warung makan tradisional yang ada di Bali, restoran dan pabrik pengolahan ikan di Pulau Jawa. Setelah menerima tulang – tulang ikan tersebut, Hanbing kemudian melakukan pengecekan ulang untuk mengumpulkan yang terbaik, selanjutnya dilakukan pencucian sebelum tulang – tulang ikan itu siap untuk dijadikan sebuah karya lukisan. ” Jika dihitung sejak awal hingga sekarang, mungkin sudah terkumpul beberapa truk tulang ikan, ” kata Hanbing. ” Dan semuanya itu saya dapatkan secara gratis. Biaya yang harus saya keluarkan hanyalah untuk tenaga kerja saja. ”

Kami rangkum dari berbagai sumber, Lin Hanbing, di usianya yang memasuki 51 tahun, menjadi satu – satunya seniman tulang ikan profesional asal China. Setelah lulus dari salah satu universitas seni dan kerajinan di tahun 1989, ia mulai bereksperimen dengan menggunakan tulang – tulang ikan untuk menjadi bahan dasar bagi karya – karya seni yang diciptakannya yaitu berupa gambar inspiratif dari kaligrafi China. ” Ketika saya masih muda, saya merasa tulang ikan itu sangat indah, dan memberi saya banyak inspirasi,” katanya. ” Tulang – tulang tersebut berbentuk seperti huruf – huruf kaligrafi Cina kuno – primitif dan elegan. ”

Setelah tulang – tulang ikan tersebut siap untuk diproses menjadi sebuah lukisan, Hanbing kemudian mengaturnya untuk menciptakan sebuah gambar pemandangan di tempat – tempat wisata di China atau menjadikannya sebuah lukisan abstrak. Meskipun demikian, dari keseluruhan lukisan hasil karyanya, yang paling menonjol adalah mengusung tema mengenai perlindungan lingkungan, seperti salah satu lukisannya yang terkenal mempunyai pesan agar orang bisa lebih sudi meningkatkan kesadaran akan bahaya polusi udara yang semakin meluas di China saat ini.

Meskipun masih jarang dijumpai, seniman lukis yang ahli dan mendalami seni tulang ikan, namun jika mereka melihat lukisan tulang ikan karya Lin Hanbing ini seakan – akan mengingatkan pada seorang wanita asal Kiev, Ukraina yang bernama Elena Zhuravskaya, dimanapun selalu menggunakan tulang ikan, sisik hingga mata ikan yang telah diawetkan untuk menjadikan hasil karyanya menjadi sebuah lukisan di atas kanvas beludru.

Tak hanya membuat karya seni pribadi saja, Hanbing pun ternyata tertarik untuk bisa mewariskan ilmu yang dimilikinya ini untuk generasi – generasi berikutnya. Ia kini mempunyai seorang wanita sebagai asisten pribadinya yang ikut magang dan bekerja di bawah asuhan yayasan yang dikelolanya. ” Pertama kali saya mendengar tentang seni tulang ikan, saya bingung,” katanya. “Namun, setelah mempelajarinya lebih dalam dengan bimbingan guru saya (Hanbing), saya mulai melihat bahwa karya seni ini sangat berarti dan saya telah belajar banyak. Terlihat sangat sederhana, tapi, hanya ketika anda benar – benar mempelajarinya maka anda akan benar – benar melihat banyak pesan moral yang terkandung di dalamnya.” Kini Hanbing juga berencana untuk turut merekrut lebih banyak peserta pelatihan melalui proses seleksi secara online.

Selama kurang lebih dua dekade terakhir ini, seniman asal China, Lin Hanbing, telah berhasil memproduksi karya – karya seni yang indah dan dibuat secara eksklusif dari limbah tulang ikan laut. Tak hanya sekedar terfokus pada proses kreatif semata, tapi ia juga ingin menunjukkan dan meningkatkan kesadaran mengenai isu – isu sosial dan lingkungan melalui karya – karyanya tersebut.

Sebelumnya, karya seni dengan memanfaatkan tulang ikan ini memang belum banyak dikenal orang, hingga Hanbing mengawalinya melalui media lukisan. Saat ini semakin susah untuk berkembang karena tak mudah untuk mengumpulkan tulang – tulang ikan untuk stok. Hanbingkadang – kadang terpaksa harus berhutang pada teman dan kerabatnya di luar negeri demi sebuah keyakinan bahwa karya seni yang dihasilkannya nanti, suatu saat pasti akan mempunyai nilai seni cukup tinggi.

Kini karya Hanbing sudah berhasil dan mampu menarik ribuan pengunjung untuk datang ke galeri oriental tulang ikan di Xiamen. Dalam galeri tersebut ditampilkan sekitar 100 karya tulang ikan dari sekitar 1000 karya pribadi yang dilukis sendiri oleh Hanbing.

Baca Juga : Standar Grade Mutiara Laut SGML

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pusat Informasi terbaru © 2018 Frontier Theme