Pesona Temaram Senja Berbagai Negara Dari Kapal Pesiar

Senja pertama kali bisa dinikmati ketika kapal akn beranjak dari Kota Manila, Filipina. Perjalanan akan menuju ke kawasan wisata Kaohsiung, Taiwan yang berlokasi di barat, matahari berada di arah depan di tengah lautan. Pelesir dengan menggunakan kapal pesiar tak hanya menyuguhkan hiburan – hiburan yang menarik di dalam kapal saja, ada pemandangan dari atas kapal yang begitu memukau saat senja mulai tiba dan sangat bagus diabadikan menjadi foto kenang – kenangan dari kamera kesayangan anda.

Kami rangkum dari detikTravel, beberapa waktu lalu kru mereka mengikuti pelayaran kapal pesiar SS Virgo yang berangkat dari Manila – Taiwan – Hong Kong – Manila. Dimana di jalur – jalur ini biasanya matahari terbenam sangat indah dan amat sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa mengabadikan sebagai foto kenang – kenangan melalui kamera atau ponsel anda. Dari tengah samudera terlihat lanskap Kota Manila sangat menggoda untuk dilihat, seperti bianglala diapit oleh bangunan pencakar langit yang jumlahnya besar.  Ada pula di belakangnya gunung – gunung menghijau menjadi background kota itu.

Memasuki hari kedua, masih berada di perairan Filipina, jika anda beruntung akan mendapatkan suasana sore hari dengan cuaca cerah dan sedikit awan.

Anda bisa memotret matahari tenggelam di atas dek 12 dengan latarbelakang momen – momen tertentu agar foto yang dihasilkan menjadi lebih natural dan kaya warna terbias dari sinar matahari pada waktu sore hari. Di temani acara barbecue di atas kapal, menikmati senja di kapal pesiar bersama keluarga terasa amat lengkap untuk anda nikmati selama liburan dengan naik kapal pesiar.

Pemandangan senja di hari ketiga difokuskan di pelabuhan Kota Kaohsiung, Taiwan. Potret senja tetap menjadi objek wisata fotografi favorit di sini yang tak kalah menarik dengan senja – senja sebelumnya di kota – kota sebelumnya. Matahari menuju peraduannya tampak terlihat jelas dari atas kapal. Lanskap pinggiran Kota Kaohsiung sejak dulu menjadi pemandangan menarik untuk dijadikan sebagai objek wisata alam bagi peserta kapal pesiar dari mancanegara. Paling pas jika pemandangan tersebut diabadikan dari dek kapal paling atas. Teluk yang tenang dengan angin tak terlalu kencang membuat pemotret amatir pun bisa menghasilkan foto cantik, namun akan menjadi lebih sempurna jika menggunakan kapal pesiar yang memiliki ketinggian di atas 30 meter ini menjadi spot menarik ketika sore hari tiba.

Senja di hari keempat berada di Kota Hong Kong. Anda bisa turun dari kapal dan mendatangi pelabuhan penyeberangan dimana warga Hong Kong bermukim dan biasanya menikah dengan warga keturunan China, mereka suka menghabiskan waktu sore di sekitar taman pelabuhan. Ada sebuah bangunan kuno terbuka dan sedikit tinggi di sekitarnya menyerupai sebaris tribun untuk melihat lanskap Pulau Hong Kong. Anda bisa berkeliling di sini buat membeli souvenir unik dan etnis khas warga Tionghoa. Setelah malam tiba, para pengunjung disuguhkan pertunjukan cahaya dari gedung – gedung pencakar langit yang ada di Pulau Hong Kong.

Berlayar Dengan Kapal Pesiar, Berangkat Dari Singapura

Sebagai pusat kapal pesiar dengan lokasi – lokasi ideal di jantung Asia Tenggara, Singapura merupakan salah satu tempat sempurna untuk anda memulai dan menjelajah pesona masa lampau dengan mengikuti paket wisata laut yang sangat menarik dengan atraksi kesenian dari beberapa negara tetangga, dan lebih banyak lagi kemasan paket wisata yang bisa anda lakukan dengan pelesiran memakai kapal pesiar.

Awali liburan berpesiar anda dengan memesan paket untuk beberapa pilihan jalur utama kapal pesiar yang sedang trend sekarang ini.

Dalam upaya mendorong geliat wisata kapal pesiardi seluruh dunia, pemerintah setempat mulai melakukan perbaikan infrastruktur hingga regulasi dengan kerja sama dengan Singapura yang menjadi salah satu tempat strategis untuk memulai, sehingga tak ada lagi alasan bahwa geliat kapal pesiar di Indonesia kurang berkembang. Selanjutnya Indonesia dan Singapura menyepakati kerja sama d bidang pariwisata khususnya pelesiran dengan kapal pesiar. Sejak dulu Indonesia sudah menjadi pasar dari bisnis kapal pesiar Singapura yang terus berkembang hingga saat ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menjadi saksi penandatanganan nota kesepahaman kerja sama bidang pariwisata diantara Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Iswaran di sela – sela acara pertemuan bilateral kepala pemerintahan di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah (dari berbagai sumber). Terlihat pihak Singapura menunjukkan minat besar untuk menjalin kerja sama dalam hal pengembangan wisata kapal pesiar sejak tahun 2010 yang lalu. Tetapi Indonesia saat itu masih dalam tahap mengembangkan wisata yang oleh bberapa kelompok masih dianggap sebagai liburan mewah. Kini, pemerintah mulai mendukung potensi wisata kapal pesiar agar berkembang dan bisa dinikmati oleh semua pihak yang berminat.

Potensi Kapal Pesiar

Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi wisata kapal pesiar paling tinggi di Asia. Pada tahun 2014, Indonesia masuk dalam 10 negara tujuan terbesar dikunjungi oleh kapal pesiar di Asia. Dua potensi wisata kapal pesiar terbesar yang dimiliki oleh Indonesia adalah Indonesia sebagai konsumen dan sebagai destinasi wisata. Apabila dalam posisi sebagai konsumen, maka ada banyak masyarakat Indonesia yang berpotensi besar untuk menjadi penumpang kapal pesiar. Berdasarkan data dari Cruise Lines International Association, pada tahun 2015 ada lebih dari 40 ribu ribu penumpang kapal pesiar dari Indonesia senang memilih berlibur dengan pelesiran memakai kapal pesiar. Jumlah ini naik sekitar 37 persen dari tahun 2012. Rata – rata orang Indonesia yang berwisata dengan kapal pesiar adalah berusia 44 tahun dan memilih wisata yang berdurasi sekitar 6 malam.

Sedangkan untuk potensi Indonesia sebagai destinasi artinya bahwa kepulauan Indonesia merupakan salah satu tujuan yang sering dilewati oleh kapal pesiar. Selama tahun 2015, berdasarkan catatan Pelindo III, Indonesia sempat disinggahi sekitar 130 kapal pesiar, terdapat kenaikan sekitar 4 kapal pesiar dari tahun – tahun sebelumnya. Durasi perjalanan mereka di Indonesia beragam. Ada yang 2 – 3 malam, ada yang 4 – 6 malam, ada juga yang 14 – 20 malam. Pada tahun yang sama, sebagian besar wisatawan asing dari kapal pesiar memilih durasi 7 – 13 malam di Indonesia dimana semakin lama durasi yang dipilih maka jumlah destinasi yang disinggahi pun semakin banyak dan berpotensi mendorong ekonomi lokal menjadi lebih besar. Kapal pesiar dengan rute Hong Kong – Singapura – Filipina – Indonesia – Singapura belakangan ini banyak mengisi pasar wisatawan kapal pesiar di Indonesia termasuk di Pelabuhan Benoa, Bali. Kapal pesiar yang memiliki rute ini adalah Kapal Diamond Princess milik Diamond Cruises. .

Beberapa destinasi wisata di Indonesia bisa dikunjungi melalui laut, seperti Pulau Weh di Aceh hingga Raja Ampat di Papua adalah potensi besar bagi Indonesia. Selain kapal pesiar, pesona alam Indonesia yang sangat indah juga sukses mengundang yachter atau pelaut perahu pesiar dari berbagai negara untuk berkunjung ke sini buat beragam keperluan. ” Yachter itu mencari keindahan dan kekayaan alam bahari dan daratannya, Indonesia punya itu, ” kata Asisten Deputi II Jasa Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Okto Irianto, seperti dilaporkan Antara.

Daya tarik wisata kapal pesiar di Indonesia terdiri dari wisata alam yang indah berfokus di air dan juga berpotensi pada wisata budaya dan seni. Kondisi ini berjalan lancar karena ditopang oleh keadaan  musim yang menjadi faktor terpenting dalam melakukan wisata kapal pesiar. Pada musim dingin dan salju di negara barat, kapal pesiar akan kesulitan untuk berlayar sehingga pada musim – musim tersebut jarang ada rute palayaran. Sedangkan Indonesia tidak mempunyai musim dingin. Iklim Indonesia yang tropis mendukung dan memungkinkan kapal pesiar untuk belayar kapan saja mereka memiliki rute menarik dimana potensi yang besar inilah yang akan dikembangkan oleh pemerintah setempat. Berdasarkan data dari kementerian pariwisata, belakangan ini wisata bahari (maritim) di Indonesia baru mampu menyumbang 35 persen dari pendapatan devisa.

Kendala
Wisata kapal pesiar merupakan kondisi biasa bagi turis asing yang berasal dari Amerika. Wisata ini belum begitu populer di Indonesia karena beberapa faktor, dimana wisata dengan kapal pesiar oleh beberapa orang seringkali dianggap sebagai liburan mewah yang harus dibayar dengan tiket pelayaran cukup mahal. Harga bepergian dengan kapal pesiar sekarang ini tidak murah untuk ukuran orang awam melakukan liburan jarak jauh atau orang biasa di Indonesia. Untuk Kapal Princess Cruises misalnya, paket paling murah tersedia untuk rute Singapura – Penang – Kuala Lumpur dengan masa pelayaran 3 hari, bertarif 464 dolar Singapura atau kisaran Rp. 4,5 juta per orang untuk fasilitas kamar interior stateroom alias yang tak ada jendela menghadap ke laut atau balkon.

Selain itu, wisata kapal pesiar seringkali dianggap sebagai wisata yang kurang maksimal untuk tujuan menenangkan pikiran dan jiwa dibandingkan dengan objek wisata biasa pada umumnya. Beberapa orang beranggapan bahwa dengan berwisata memakai kapal pesiar hanya akan menghabiskan uang dan waktu di kapal dan laut saja. Secara umum, industri wisata dalam negeri terkendala oleh infrastruktur yang kurang memadai dimana pada suatu daerah yang biasa disinggahi oleh sebuah kapal pesiar wajib memiliki pelabuhan berkapasitas besar dengan kedalaman laut kurang lebih 18 meter.

Pelabuhan yang terdapat di daerah wisata seperti di Pulau Komodo hanya bisa diakses dengan berlabuhnya kapal – kapal berukuran kecil. Padahal, menurut Ketua Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (INCCA) Bali, Ida Bagus Lolec Surakusuma, pemilik kapal pesiar kadang – kadang suka menjadikan keindahan panorama alam sebagai objek wisata Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT), hanya saja yang menjadi kendala adalah rute kapal pesiar, untuk rute panjang Hong Kong – Singapura – Filipina – Indonesia (Pulau Komodo dan Bali) – Singapura membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Rute yang terlalu panjang akan membuat waktu singgah di masing – masing destinasi yang dikunjungi wisatawan kapal pesiar menjadi sangat singkat. Sehingga membuat operator kapal pesiar memilih rute yang lebih cepat yaitu Singapura – Malaysia – Thailand – Vietnam.

Sejak tahun lalu,  Pemerintah setempat sudah mulai berpikir untuk bisa mendekati operator kapal pesiar di dunia, dengan melakukan segala perbaikan oleh pemerintah, Indonesia diharapkan bisa menjadi destinasi utama bagi wisata kapal pesiar sekaligus mampu bersaing di wisata kapal pesiar dunia, seperti di Kepulauan Karibia. Sehingga tak ada alasan lagi kapal pesiar Indonesia kurang mampu bersaing dan berkembang. Kerja sama dengan Singapura adalah salah satu pijakan awal untuk mengibarkan geliat pelesir dengan kapal pesiar.

Semoga bermanfaat !

Baca Juga : Fakta unik tentang Permen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pusat Informasi terbaru © 2018 Frontier Theme