Produsen Ponsel Berlomba Tawarkan Ponsel Selfie

Akhir – akhir ini, para vendor di kota – kota besar di Indonesia berlomba – lomba menciptakan smartphone dengan memakai kamera selfie yang beresolusi besar seperti yang dituturkan oleh Kenny Chandra selaku Product Manager Vivo Indonesia, generasi milennial beranggapan bahwa selfie merupakan sebuah kebutuhan psiklogis terutama bagi pengguna usia akil balik. Hal tersebutlah yang menjadi dasar akan banyaknya muncul vendor yang memproduksi smartphone selfie.

“Selfie dapat meningkatkan secara psikologi aktualisasi diri yang bagus. Sejauh ini sih saya belum melihat pasar mengalami kejenuhan,” ucapnya di acara peluncuran Vivo V5 Plus di Jakarta, Jumat (10/2/2017) – dari berbagai sumber. Kenny lebih lanjut menjelaskan bahwa smartphone selfie masih berpotensi besar meraup minat beli terhadap pengguna usia akil balik karena faktor kebutuhan masyarakat. Sebab, masyarakat Indonesia termasuk salah satu pengguna yang aktif mengunggah foto – foto menarik dan unik dari pengalaman pribadi mereka di berbagai platform media social, terutama saat beraktifitas seperti liburan ke beberapa kawasan wisata menarik.

“Kita lihat secara gambaran besar banyak orang yang suka liburan. Hal ini meningkatkan needs orang mengekspresikan diri, nah ponsel mobile fotograsi ini masih potensial bagi kita,” tutupnya. Sebagai informasi tambahan, kini sudah hadir beberapa smartphone selfie trend 2017 di pasaran. Misalnya, Vivo V5 plus dengan kamera depan 20 MP, Oppo F1 Plus dengan kamera depan 16 MP dan ASUS Zenfone Selfie dengan kamera depan 13 MP.

Jepang Manfaatkan Ponsel Jadul Untuk Medali Olimpiade

Kami rangkum dari berbagai sumber, Komite Organisasi Olimpiade Tokyo 2020 mulai mengumpulkan ponsel – ponsel jadul dan perangkat elektronik lainnya erat hubungannya dengan kegiatan yang akan berlangsung tersebut, untuk membuat emas, perak, dan perunggu sebanyak 5.000 buah. Gerakan ini dimulai pada bulan Agustus 2016 yang lalu dengan target mengumpulkan ponsel jadul hingga 8 ton dan selanjutnya  ponsel – ponsel tersebut akan dipecah dengan komposisi 40 Kg emas, 4.920 Kg perak, dan 2.944 Kg perunggu.

Saat ini bagi warga Jepang yang bermukim di luar negeri akan diundang untuk menyumbangkan gadget lama mereka yang bertujuan untuk menyukseskan gelaran Olimpiade dan Paralimpiade dengan medali tersebut, dimana Jepang turut memasang kotak – kotak sumbangan ponsel terbesar di masing – masing toko di operator NTT Docomo.

Dimana diketahui bahwa Jepang sendiri memang telah lama dikenal sebagai salah satu negara pendaur ulang barang – barang gadget yang tak terpakai tetapi masih dalam usia pakai. Pada tahun 2014 lalu, negara ini sukses mempunyai pasokan emas sebanyak 143 Kg, perak 1.566 Kg, dan perunggu sebanyak 1.122 Kg yang berasal dari pengumpulan gadget tak terpakai dari mancanegara.

Dengan kreatifitas tersebut di atas, langkah Jepang untuk berhasil membuat medali dari ponsel bekas akan mudah terwujud dan menjadi langkah yang lebih efisien, penggunaan barang daur ulang akan mampu mengurangi penggunaan sumber daya mineral alam.

Baca Juga : Pilihan Akun Instagram Flat Lay Untuk Inspirasi Foto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pusat Informasi terbaru © 2018 Frontier Theme