Rumah Pohon Di Nagari, Sungai Buluh, Sebagai Destinasi Berbasis Ekowisata

Potensi hutan di nagari – nagari di Sumatera Barat saat ini semakin populer diantara turis asing yang gemar melakukan kegiatan liburan ala seorang backpacker karena dikenal menyimpan panorama alam yang sangat indah dan kaya akan flora – fauna, serta memiliki kekayaan air yang alami ada di dalamnya, tentu menjadi nilai tambah tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana. Semua potensi itu hingga saat ini masih terjaga untuk dikelola oleh masyarakat setempat demi mendatangkan kesejahteraan.

Salah satunya adalah hutan Nagari Sungai Buluh, Kabupaten Padang Pariaman, yang sudah mendapat izin pengelolaan dari Menteri Kehutanan dan Gubernur Sumatera Barat, seluas 1.336 hektare. Nagari Sungai Buluh dikenal mempunyai alam yang indah dan segar dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan wisatawan seperti kedai makan ala tradisional menyuguhkan menu makanan yang enak dan murah, fasilitas telekomunikasi, bahkan homestay untuk bermalam.

Bagi warga asing, selain bisa menikmati paket wisata alam yang masih perawan, anda bisa berinteraksi secara langsung melihat perilaku sosial masyarakat Nagari Sungai Buluh yang sangat bersahabat kepada wisatawan asing yang membuat mereka merasa nyaman dan betah tinggal dalam jangka waktu lama. Posisi Nagari Sungai Buluh yang strategis berlokasi di kawasan Bukit Barisan dengan aliran Sungai Batang Buluh yang jernih dan disukai oleh warga setempat sebagai arena untuk memancing ikan sungai ini dengan manis membelah nagari yang jaraknya dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tak terlalu jauh yaitu sekitar 25 menit perjalanan dengan mobil.

Oleh Kementerian Kehutanan dan SK. Gubernur Sumatera Barat, hutan Nagari Sungai Buluh mendapat hak pengelolaan sepanjang tahun oleh pemerintah setempat yang melibatkan secara langsung masyarakat setempat dapat memanfaatkan segenap isi hutan yang kaya akan pesona alam luarbiasa indah untuk memberikan kesejahteraan masyarakatnagari yang kukuh tetap bersedia menjaga kelestariannya.

Ketua Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Sungai Buluh, A. Dt. Rajo Batuah mengatakan (dari berbagai sumber), saat ini LPHN Sungai Buluh sedang mengembangkan berbagai sektor dibidang wisata daerah sebagai upaya pemanfaatan hutan yang cukup luas. “ Kita sudah siapkan destinasi ekowisata di pemandian Lubuk Kandih dan Air Terjun Sarasah yang sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal. Pemandian ini dilengkapi dengan fasilitas penunjang ekowisata seperti gapura, loket, dan toilet. Rumah pohon sudah selesai dibuat, ” kata A. Dt. Rajo Batuah.

Ia dan warga setempat berharap berbagai potensi alam dari nagari Sungai Buluah ini mampu memotivasi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan lindung untuk turut serta menjaga kelestarian hutan. “ Dengan mendapat hak pengelolaan hutan Nagari, masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan Nagari tersebut berpotensi sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Hal ini dimungkinkan karena pemegang hak pengelolaan hutan Nagari berhak memanfaatkan kawasan, jasa lingkungan, pemungutan hasil hutan, ” tambahnya.

Selanjutnya, kendati kawasan wisata alam berupa rumah pohon di Nagari, Sungai Buluh saat ini belum rampung sepenuhnya, tapi setiap harinya lebih dari 500 orang berupa wisatawan domestik dan turis asing yang mengunjungi lokasi tersebut tercatat rutin  berkunjung ke sana setiap tahun. “ Objek wisata rumah pohon ini menyatu dengan objek wisata air terjun Sarasah Batang Buluah sehingga wisatawan dapat menikmati dua objek wisata dengan sensasi yang berbeda. Tarif yang ditetapkan untuk menikmati dua objek wisata ini hanya Rp5.000 per orang tidak termasuk biaya pemandu wisata. Objek wisata ini buka hingga pukul 17:00, ” terang A. Dt. Rajo Batuah.

Hutan Nagari Sungai Buluh merupakan salah satu wujud kebijakan untuk pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang adil dan lestari. Kebijakan ini perlu disosialisasikan terhadap masyarakat dan institusi terkait sehingga tujuan yang diharapkan bisa dicapai. Hutan Nagari beserta objek wisata alam di dalamnya diharapkan dapat memberikan akses kepada masyarakat setempat melalui lembaga nagari dan pemerintah setempat serta instansi terkait lainnya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Semoga sukses !

Baca Juga : Yuk, Nikmati Serunya Berenang Di Pedalaman Ranah Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pusat Informasi terbaru © 2018 Frontier Theme